HOT NEWS

Loading...

Selasa, 22 Juni 2010

ANAK – ANAK DAN KEHIDUPAN SEKOLAH

Dunia anak-anak adalah dunia yang indah. Pada setiap fase perkembangannya anak diharuskan untuk mempelajari hal baru demi menunjang kehidupannya kelak. Anak diharapkan mampu atau memiliki cukup bekal untuk menyongsong masa depannya. Oleh karena itu, sarana pendidikan sangatlah penting bagi seorang anak. Sarana apakah itu?????

Jawabannya adalah sekolah....

PAUD (pendidikan anak usia dini)




Direktorat Pendidikan Anak Dini Usia (PADU) di jajaran Departemen Pendidikan Indonesia, berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 051/0/2001, tanggal 19 April 2001 (dalam buletin PADU edisi perdana, 2002). Salah satu misi dari direktorat PADU adalah untuk mempersiapkan anak sedini mungkin agar kelak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Direktorat tersebut didirikan untuk mendukung UU No.20 tahun 2003, Bab 1, pasal 1, butir 14 yang berbunyi:
“Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”.

Hal ini juga didukung oleh pasal 28 butir 1 tentang Pendidikan Anak Usia Dini yang berbunyi: “Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar”

Metode pengajaran untuk anak usia dini

Metode pengajaran yang sesuai untuk anak usia dini (khususnya usia 3 – 4 tahun) adalah belajar dengan cara bermain. Dengan bermain, anak mendapatkan masukan-masukan untuk diproses bersama dengan pengetahuan apa yang dimiliki (Sudono, 2000).

3 prinsip yang penting dalam pelaksanaan metode pendidikan (Montessori dalam Sudono, 2000) :




• Memperhatikan segala pembiasaan dan pengetahuan dasar yang dibutuhkan anak sesuai dengan perkembangannya, dengan cara pembelajaran yang disesuaikan dengan cara belajar anak yang khas, spontan tanpa tekanan melalui bermain.




• Lingkungan pembelajaran (the learning environment) yang diusahakan sama dengan keadaan dan lingkungan anak yaitu rumah.


• Peran guru (the role of the teacher) sebagai fasilitator yang mengikuti kebutuhan anak.
Menyinggung metode pengajaran anak di usia dini terdapat perbedaan metode pembelajaran oleh para ahli. Beberapa ahli pendidikan menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini lebih baik menggunakan kurikulum sekolah atau materi yang akan diajarkan telah ditentukan oleh sekolah. Metode ini kurang lebih sama seperti sekolah, akan tetapi krikulum yang dibuat akan menyesuaikan dengan perkembangan anak pada usia dini.





Selain itu ada pula ahli pendidikan yang menyatakan bahwa pada usia 3-4 th adalah masa dimana anak bermain sambil belajar. Mereka menilai perlunya memberi kebebasan pada anak untuk mengeksplorasi dirinya sendiri. Metode ini menjadikan guru sebagai fasilitator. Sehingga anak akan bebas memilih apa yang ingin pelajari pada satu hari.

Setiap metode pembelajaran tentunya memiliki kelemahan dan kelebihan. Begitu pula dengan kedua metode di atas. Saya memiliki beberapa pendapat mengenai hal ini. Berikut adalah


kelemahan dan kelebihan metode penerapan kurikulum di sekolah PAUD


· kelebihan :
perkembangan anak lebih terlihat jelas karena metode pembelajarannya jelas diatur dalam kurikulum.
Anak akan lebih siap menhahadapi dunia sekolah dasar karena sejak dini anak sudah diajarkan untuk belajar sesuai dengan kurikulum.

· kelemahan:
anak kehilangan masa bermain karena sejak kecil sudah harus diatur metode pembelajarnnya.
Masa usia 2,3, atau 4 tahun adalah masa dimana anak akan belajar mencari tahu dengan dunianya. Dengan diberikannya kurukulum, anak tidak memiliki kebebasan untuk mengembangkan dunianya sendiri.




kelemahan dan kelebihan metode guru sebagai fasilitator untuk anak didiknya.


Kelebihan:
Anak bebas untuk bermain tanpa ada tuntutan mengenai apa yang akan mereka pelajari dan lain-lain. Sehingga anak bebas untuk mengeksplorasi berbagai ilmu pengetahuan dari media apapun, situasi apapun, dll. Namun, semuai ini dapat tercapai dengan adanya pengawasan pengajar dan semakin baik dengan adanya fasilitas penunjang yang baik.


Kelemahan:
Perkembangan anak tidak terlihat jelas mengalami peningkatan atau tidak.
Tidak ada pengontrolan perilaku secara tegas.


TAMAN KANAK-KANAK




Taman kanak – kanak adalah masa-masa transisi dari kehidupan keluarga ke kehidupan sekolah.


Terbagi menjadi dua tingkat, yaitu TK A dan TK B. Pembagian ini biasanya hanya didasarkan pada umur, kecuali untuk kasus khusus dimana anak dianggap belum mampu untuk naik kelas walaupun umurnya sudah mencukupi.


Pada taman kanak-kanak, anak mulai dipersiapkan untuk memasuki masa sekolah dasar. Pada masa ini anak diajarkan untuk bermain sambil belajar. Namun tidak sepenuhnya bermain seperti PAUD. Sekolah tk mulai mengajarkan keterampilan-keterampilan yang menunjang anak untuk masuk ke sekolah dasar.




Sasaran belajar umum TK:



• Membuat bahagia kehidupan masa kanak – kanak. Sasaran ini dapat diraih dengan memberikan permainan-permainan yang menyenangkan agar anak tidak kehilangan kebahagiaan masa kecilnya.
• Pengembangan potensi. Mengenali potensi atau bakat anak kecil sangat penting bagi kehidupan si anak itu sendiri. Karena semakin dini potensi diketahui, semakin banyak waktu untuk mengembangkan potensi anak menjadi lebih baik. Dan seterusnya potensinya akan bermanfaat bgai kehidupan mendatang.
• Kelak menjadi manusia dewasa yang bahagia dan berfungsi seutuhnya


Sasaran belajar khusus TK:


• Tumbuh mandiri
• Belajar memberi, berbagi dan menerima kasih sayang
• Mampu bergaul dengan orang lain
• Belajar mengontrol diri
• Belajar peran non seksis
• Memahami badan sendiri
• Latihan motorik halus dan kasar
• Memahami dan mengontrol dunia kebendaan
• Belajar kata baru dan mengontrol orang lain
• Mengembangkan rasa positif terhadap hubungan dengan dunia


SEKOLAH DASAR




Garis pemisah antara awal masa kanak-kanak dan akhir masa kanak-kanak “penting” → anak yang belum mencapai usia wajib belajar dan anak yang sudah masuk sekolah, diperlakukan secara berbeda.
Masa kanak-kanak awal seringkali disebut “masa sulit” → sering terjadi masalah perilaku yang menyulitkan (bandel, keras kepala, tidak menurut, negativistik dan melawan)
Masa awal kanak-kanak sebagai “usia prasekolah” → masa persiapan, tekanan dan harapan yang dikenakan sangat berbeda dengan apa yang dialaminya saat memulai pendidikan formal di kelas satu.


Pada masa usia ini anak mengemban peran baru sebagai pelajar, berinteraksi, dan menjlin hubungan baru, serta mengembangkan standar baru untuk menilai diri sendiri.
Mereka mneingkatkan pengetahuan mereka tentang menulis dan membaca ketika mengejarkan proyek ilmu sosial, mereka belajar konsep matematis melalui musik dan pendidikan dini(katz & chard,1989)


Pada tahap sekolah anak, mereka sudah mulai menerapkan kurikulum secara utuh. Perilaku ini mengakibatkan keteraturan anak untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Pada tahap pendidikan ini anak akan belajar selama 6 tahun dari kelas 1 sampai kelas 6. dari setiap tahap, anak akan diajarkan secara teratur dan bertahap sesuai kurikulum mengenai ketrampilan yang dapat membantu anak untuk naik ke tahap selanjutnya.

SEKOLAH USIA MENENGAH





Pada masa usia ini anak sudah mengalami perkembangan fisik, kognitif, dan sosial yang menandai masa awal remaja. Di sekolah ini anak akan mengalami penigkatan kebutuhan akan sekolah dan semakin banyak serta beragam orang di populasi kehidupan kita.

Selain itu anak juga memiliki tanggung jawab kehidupan yang lebih banyak dari kehidupan sebelumnya. Tanggung jawab ini meliputi tanggung jawab moral, dan lain-lain. Karena pola interaksi pada masa usia ini sudah berbeda dan semakin mendekati kedewasaan , masalah yang timbul juga semakin kompleks. Segala sesuatu yang terjadi pada masa sekolah usia menengah ini akan menjadi sebuah pengalamn yang meningkatkan kematangan serta kesiapan anak untuk masuk kedalam tahp sekolah selanjutnya.
Pada masa usia ini anak mulai memiliki ketertarikan dengan lawan jenis di sekolahnya. Pokoknya, bumbu-bumbu asmara mulai mewarnai remaja pada usia sekolah menengah ini.

SEKOLAH MENENGAH ATAS


Orang bilang masa-masa sma adalah masa-masa paling indah. Bukan tanpa alasan orang-orang mengeluarkan pernyataan semacam ini. Pengalaman yang paling menyenangkan adalah masa sma. Seorang anak mulai mendekati masa dewasa di masa sma. Pengalaman yang seharusnya dialami pada masa dewasa mulai dapat dirasakan pada masa sma.
Semua ada di masa sma, cerita tentang cinta, cerita tentang persahabatan, cerita tentang konflik, semuai terangkai dengan indah di masa sma. Selain itu pada masa ini, seorang anak sudah dapat menyikapi masalah yang mereka alami secara lebih dewasa....
Tak ada ulasan lagi tentang masa sma..




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar