Minggu, 05 Desember 2010


GRIDIRON GANG


REVIEW FILM



Film Gridiron Gang bercerita tentang kehidupan beberapa kelompok Gang Remaja yang penuh dengan konflik antar Gang. Penembakan, pembunuhan, antar anggota gang yang bermusuhan menjadi sebuah pemandangan yang sudah biasa terjadi. Karena daerah ini merupakan sebuah daerah konflik, dari orang tua sampai remaja banyak yang pernah masuk penjara.
Sebagian besar cerita ini dan sekaligus inti dari cerita ini adalah kehidupan yang terjadi di sebuah penjara yang dihuni oleh remaja bermasalah dengan kasus yang mencengangkan. Willie weathers seorang anak laki-laki yang tega membunuh ayahnya demi melindungi ibunya. Owens yang dipenjara Karena merampok toko minuman beserta beberapa anak lain yang masuk penjara dengan tindak kejahatan yang tidak dapat dibilang ringan.
Pada awalnya penjara ini berisi kehidupan penjara yang penuh dengan konflik. Hingga akhirnya seorang penjaga penjara menciptakan sebuah system baru untuk membentuk pribadi tahanan yang lebih baik. Cara yang ditempuh adalah membentuk sebuah team futball.


Di beberapa bulan pertama semua terasa sulit namun akhirnya pelatih berhasil menciptakan sebuah team yang solid, memiliki rasa persatuan antara satu pemain dengan yang lain, tidak ada perselisihan, yang ada adalah semangat untuk menjadi pemenang yakni MUSTANGS.


Dengan perjuangan yang tinggi dari para pelatih dan semua orang yang mendukung team ini. anak-anak yang semula dipersepsikan sebagai anak berandalan yang tidak memiliki masa depan, menjadi anak-anak berbakat yang mampu menunjukkan prestasinya.





PERSEPSI

PERSEPSI BURUK TENTANG REMAJA

Sejak abad ke 20 remaja sudah memiliki stereotype yang buruk di mata masyarakat atau di mata sebagian ahli psikologi. Remaja identik dengan perilaku pemberontak, sumber konflik, senang mengikuti mode dan tidak memiliki pemikiran yang panjang ketika memutuskan untuk berperilaku. Pada film Gridiron Gang ini gambaran remaja benar-benar sesuai dengan stereotype masayarakat. Remaja adalah sekategori manusia yang dipenuhi dengan konflik seperti konflik antar gang, pemberontakan terhadap pemerintahan dan norma social dan bahkan keluarga. Mungkin dapat dikatakan

REMAJA = MAKHLUK ABNORMAL YANG MENYUSAHKAN



Namun, ada sisi lain dari film ini yang membuktikan bahwa remaja tidak sepenuhnya makhluk yang negative, remaja memiliki sisi yang positif. Mungkin semangat juang yang tinggi, rasa keingin tahuan yang tinggi sehingga remaja-remaja di penjara sekalipun dapat memiliki prestasi yang membanggakan.



LALU ADA APA DENGAN PERSEPSI NEGATIF?


Peningkatan tindak kejahatan pada remaja sehingga para remaja sebagian besar sering keluar masuk penjara karena melakukan kesalahan yang sama atau bahkan lebih buruk adalah karena remaja merasa masyarakat sudah berpersepsi buruk tentang mereka. Kalau pun mereka berbuat baik masyarakat juga tidak akan menilainya baik karena masyarakat sudah punya nilai sendiri tentang para remaja bermasalah ini dan semuanya bernilai negative. Masyarakat sekitarnya tidak memberikan kesempatan sehingga tidak akan pernah ada perubahan. Namun ternyata setelah pelatih di penjara remaja ini memberikan sebuah kesempatan besar bagi para remaja untuk berubah, akhirnya perubahanpun benar-benar terjadi.






PENGARUH INTERAKSI SOSIAL DAN BUDAYA BAGI REMAJA
PENGARUH SECARA UMUM……..


Kondisi sosio historis berkontribusi terhadap munculnya konsep tentang remaja. Menurur G.Stanley Hall bapak dari pandangan invensionis , Remaja merupakan sebuah kreasi sosio Historis. Sekolah, kerja, dan ekonomi merupakan dimensi penting dari pandangan invensionis mengenai remaja (Elder,Fasick,Lapsley,Enright, Serlin). Pengelolaan yang baik dari ketiga dimensi ini memiliki kekuatan yang besar untuk mempengaruhi kehidupan remaja. Dalam film ini diceritakan bahwa beberapa pemain MUSTANGS yang akhirnya dibebaskan dari penjara. Beberapa diantaranya diterima di beberapa sekolah, bekerja di beberapa perusahaan. Serta keluar dari lingkungan yang selama ini menjadi wilayah kejahatan mereka. Hidup mereka jauh dari kesan negative. Meskipun ada beberapa anggota yang kembali di lingkungan lama mereka dan perbedaan konsekuensinya juga sangat berbeda. Mereka yang bersekolah dan masuk ke dunia perekonomian masyarakat mampu menunjukkan prestasi dari usaha dan semangat juang yang mereka miliki. Sedangkan bagi mereka yang kembali di lingkungan lama mereka yakni lingkungan Gang. Mereka tetap menjadi seorang pecundang dan kembali meringkuk di penjara. Tapi itu adalah pilihan remaja. Mereka perlu diberi sebuah kesempatan untuk memilih menjadi pemenang atau pecundang. Dan dukungan di lingkungan sosialnya sangat mempengaruhi pilihan mereka.

BERDASARKAN TEORI PARA AHLI TENTANG PENGARUH LINGKUNGAN SOSIAL DAN BUDAYA TERHADAP REMAJA……

· TEORI KOGNITIF SOSIO BUDAYA DARI VYGOTSKY

Teori kognisi social-budayanya bercerita tentang bagaimana budaya dan interaksi social mengarahkan ke perkembangan kognitif. Vygotsky melukiskan perkembangan sebagai sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas social dan budaya(John Steiner dan Mahn 2003)
Menurut vygotsky, pengetahuan tidak semata-mata dibangun dari dalam diri individu itu sendiri. Tetapi dapat dimiliki melalui interaksi dengan orang lain dan berbagai objek dari budaya itu sendiri. Seperti dalam film Gridiron Gang ini, interaksi yang banyak terjadi adalah interaksi remaja dengan teman sebayanya, kelompok gangnya. Interaksi seperti inilah yang membuat remaja belajar untuk beradaptasi dengan lingkungannya yakni dengan belajar menggunakan senjata, memukul, bahkan membunuh sebagai suatu pengetahuan yang berarti rasa solidaritas sebagai anggota gang.
Kemudahan untuk memberikan pengetahuan mengenai berbagai kejahatan yang dapat dilakukan oleh remaja dalam gang tersebut didukung oleh system pemikiran remaja yang masih menggebu-gebu dan selalu ingin tahu. Remaja lebih mudah untuk dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya dalam hal ini sangat tergantung pada pola interaksi social dan system budayanya.


· TEORI BEHAVIORISME SKINNER


Menurut Skinner dengan teorinya behaviorisme, menekankan studi ilmiah mengenai respon perilaku yang teramati serta determinan-determinan lingkungan. Menurutnya pikiran, kesadaran, dan ketidak sadaran, tidak dibutuhkan untuk menjelaskan perilaku dan perkembangan. Yang penting adalah bagaimana dalam perkembangan remaja terjadi sebuah proses pembelajaran dari lingkungan. Jika seseorang ingin merubah perilaku remaja yang dinilai bermasalah atau menyimpang, maka lakukanlah modifikasi lingkungan.
Teori ini dapat digambarkan seperti seorang penjaga penjara yang merancang sebuah lingkungan baru di dalam penjara dengan tujuan merubah perilaku remaja yang ditahan didalamnya serta menanamkan pribadi yang lebih baik dari remaja tersebut. film Gridiron Gang ini mampu memvisualisasikan tekhnik yang dimaksud oleh teori behaviorisme yakni adanya modifikasi lingkungan untuk memodifikasi perilaku. Tapi, benarkah perubahan perilaku remaja hanya dipengaruhi oleh adanya perubahan di lingkungannya. Beberapa ahli lain menyangsikan hal ini. mereka berpendapat bahwa aspek dari dalam diri individu, perilaku inidividu, dan lingkungan individu memiliki hubungan segitiga yang bersifat timbal balik. Mereka menuangkannya dalam teori Kognitif social.



· TEORI KOGNITIF SOSIAL


Seperti yang dijelaskan sebelumnya. Menurut teori ini factor dalam diri individu menentukan diterima-tidaknya sebuah modifikasi lingkungan. Berhasil tidaknya modifikasi lingkungan dalam merubah perilaku individu tersebut.
Setiap manusia atau dalam konteks ini remaja, memiliki sebuah organ yang mampu mengelola berbagai informasi yang berjumlah ratusan bahkan jutaan. Namanya adalah OTAK. Otak manusia memiliki keistimewaan dibanding makhluk lainnya. Otak manusia memilki kemampuan luar biasa yang biasa disebut sebagai akal. Akal adalah kemampuan manusia untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Akal membantu manusia untuk dapat mengambil keputusan terbaik menurut dirinya dari beberapa pilihan yang ada.
Akal yang dimiliki oleh setiap individu berfungsi sebagai alat individu untuk berfikir bagaimana dia hidup. Bagaimana dia melanjutkan hidupnya atau bagaimana dia belajar dari hidupnya di masa lalu. Manusia mempelajari lingkungan sebagai makhluk terdidik bukan makhluk terlatih. Jika ingin menjadi makhluk terlatih apa bedanya manusia dengan beruang yang bisa belajar duduk karena terlatih, lumba-lumba yang mampu mengikuti perintah untuk melompat ke lingkaran api karena terlatih. Inilah yang dilupakan oleh teori behaviorisme.
Eksistensi manusia terletak pada keberadaan akalnya. Teori kognitif social menilai perlu adanya penerimaan individu akan modifikasi lingkungannya. Dalam film ini digambarkan bahwa beberapa tahanan remaja berhasil terbentuk menjadi pribadi yang tetap berprestasi setelah keluar dari penjara. Adapula remaja yang ternyata memilih untuk menjadi remaja yang bermasalah seperti sebelumnya. Ini mengindikasikan bahwa dengan system modifikasi lingkungan yang sama, ternyata menghasilkan modifikasi perilaku yang berbeda. Karena individu memiliki system akal pemikiran yang berbeda dan menentukan pilihan hidup yang berbeda pula.

Interaksi antara lingkungan, individu, dan perilaku bersifat timbal balik dan berhubungan erat. Tidak dapat dipisahkan.

Senin, 19 Juli 2010

MENANTI DATANGNYA BULAN RAMADHAN

WAKTU TERASA BERJALAN DENGAN CEPAT.... sepertinya baru hari kemarin aku berpuasa ramadhan tapi sebentar lagi sudahbulan ramadhan.. aku bersyukur.. hingga hari ini aku masih bisa menunggu datangnya bulan suci... semoga semuanya kan menjadi lebih baik

ngomong-ngomong maslah bulan ramadhan... selain nyiapin hati kita.. kayaknya kita juga perlu mikirin tentang menu buka puasa,,, sip lah

gak ada salahnya kan ngabuburit sambil masak buat buka puasa..

ini ada beberapa resep sederhana untuk merasakan nikmatnya buka puasa dengan makanan yang dibuat dengan tengan sendiri

SELAMAT MENIKMATI !!!!

1. MAKANAN

Udang goreng polong
Bahan
• 1/2 kg udang
• 100 gr cabe merah
• 10 bawang merah
• 3 siung bawang putih
• 2 buah tomat
100 gr kacang polong
• 1/2 sdt garam,
gula pasir secukupnya
Cara Membuat
1. Udang dibersihkan, dibuang kepalanya, digoreng sampai matang.
2. Petai dikupas kulitnya, digoreng sebentar.
3. Haluskan semua bumbu bumbu.
4. Goreng hingga harum, masukkan petai dan udang.
5. Aduk hingga bercampur rata kemudian angkat.

2. KUE MUFFIN


Bahan
• 150 gr tepung terigu
• 125 gr gula pasir
• 100 gr Kenari, cincang
• 3 sendok teh backing powder
• 3 sendok teh gula vanili
• 150 gr butter, dicairkan
• 3 telur
• 100 gr coklat chips
• garam secukupnya
• Loyang muffin, diameter 7cm
Cara Membuat
1. Lumuri loyang muffin dengan mentega atau alasi dengan kertas kue muffin.
2. Campur tepung terigu, gula pasir, backing powder dan gula vanili dalam satu wadah, aduk hingga tercampur rata.
3. Kocok telur, butter cair dan garam hingga rata , 10-15 menit.
4. Masukkan campuran tepung sedikit demi sedikit hingga rata dan membentuk adonan.
5. Masukkan kenari cincang kedalam adonan.
6. Masukkan coklat chips, aduk hingga rata.
7. Isikan adonan ke dalam cetakan muffin.
8. Panggang dalam oven 170 derajat (convection oven), atau 200 derajat dengan oven biasa.
9. Kira-kira 15-20 menit.


3. MINUMAN BUAT TA'JIL

1. 100 gr daging buah rambutan
2. 50 gr selasih
3. 100 gr buah naga putih yang di serut
4. sirup merah secukupnya
5. es batu secukupnya
6. air putih secukupnya

cara membuat

campurkan semua bahan menjadi satu ke dalam gelas saji.

Selasa, 22 Juni 2010

ANAK – ANAK DAN KEHIDUPAN SEKOLAH

Dunia anak-anak adalah dunia yang indah. Pada setiap fase perkembangannya anak diharuskan untuk mempelajari hal baru demi menunjang kehidupannya kelak. Anak diharapkan mampu atau memiliki cukup bekal untuk menyongsong masa depannya. Oleh karena itu, sarana pendidikan sangatlah penting bagi seorang anak. Sarana apakah itu?????

Jawabannya adalah sekolah....

PAUD (pendidikan anak usia dini)




Direktorat Pendidikan Anak Dini Usia (PADU) di jajaran Departemen Pendidikan Indonesia, berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 051/0/2001, tanggal 19 April 2001 (dalam buletin PADU edisi perdana, 2002). Salah satu misi dari direktorat PADU adalah untuk mempersiapkan anak sedini mungkin agar kelak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Direktorat tersebut didirikan untuk mendukung UU No.20 tahun 2003, Bab 1, pasal 1, butir 14 yang berbunyi:
“Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”.

Hal ini juga didukung oleh pasal 28 butir 1 tentang Pendidikan Anak Usia Dini yang berbunyi: “Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar”

Metode pengajaran untuk anak usia dini

Metode pengajaran yang sesuai untuk anak usia dini (khususnya usia 3 – 4 tahun) adalah belajar dengan cara bermain. Dengan bermain, anak mendapatkan masukan-masukan untuk diproses bersama dengan pengetahuan apa yang dimiliki (Sudono, 2000).

3 prinsip yang penting dalam pelaksanaan metode pendidikan (Montessori dalam Sudono, 2000) :




• Memperhatikan segala pembiasaan dan pengetahuan dasar yang dibutuhkan anak sesuai dengan perkembangannya, dengan cara pembelajaran yang disesuaikan dengan cara belajar anak yang khas, spontan tanpa tekanan melalui bermain.




• Lingkungan pembelajaran (the learning environment) yang diusahakan sama dengan keadaan dan lingkungan anak yaitu rumah.


• Peran guru (the role of the teacher) sebagai fasilitator yang mengikuti kebutuhan anak.
Menyinggung metode pengajaran anak di usia dini terdapat perbedaan metode pembelajaran oleh para ahli. Beberapa ahli pendidikan menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini lebih baik menggunakan kurikulum sekolah atau materi yang akan diajarkan telah ditentukan oleh sekolah. Metode ini kurang lebih sama seperti sekolah, akan tetapi krikulum yang dibuat akan menyesuaikan dengan perkembangan anak pada usia dini.





Selain itu ada pula ahli pendidikan yang menyatakan bahwa pada usia 3-4 th adalah masa dimana anak bermain sambil belajar. Mereka menilai perlunya memberi kebebasan pada anak untuk mengeksplorasi dirinya sendiri. Metode ini menjadikan guru sebagai fasilitator. Sehingga anak akan bebas memilih apa yang ingin pelajari pada satu hari.

Setiap metode pembelajaran tentunya memiliki kelemahan dan kelebihan. Begitu pula dengan kedua metode di atas. Saya memiliki beberapa pendapat mengenai hal ini. Berikut adalah


kelemahan dan kelebihan metode penerapan kurikulum di sekolah PAUD


· kelebihan :
perkembangan anak lebih terlihat jelas karena metode pembelajarannya jelas diatur dalam kurikulum.
Anak akan lebih siap menhahadapi dunia sekolah dasar karena sejak dini anak sudah diajarkan untuk belajar sesuai dengan kurikulum.

· kelemahan:
anak kehilangan masa bermain karena sejak kecil sudah harus diatur metode pembelajarnnya.
Masa usia 2,3, atau 4 tahun adalah masa dimana anak akan belajar mencari tahu dengan dunianya. Dengan diberikannya kurukulum, anak tidak memiliki kebebasan untuk mengembangkan dunianya sendiri.




kelemahan dan kelebihan metode guru sebagai fasilitator untuk anak didiknya.


Kelebihan:
Anak bebas untuk bermain tanpa ada tuntutan mengenai apa yang akan mereka pelajari dan lain-lain. Sehingga anak bebas untuk mengeksplorasi berbagai ilmu pengetahuan dari media apapun, situasi apapun, dll. Namun, semuai ini dapat tercapai dengan adanya pengawasan pengajar dan semakin baik dengan adanya fasilitas penunjang yang baik.


Kelemahan:
Perkembangan anak tidak terlihat jelas mengalami peningkatan atau tidak.
Tidak ada pengontrolan perilaku secara tegas.


TAMAN KANAK-KANAK




Taman kanak – kanak adalah masa-masa transisi dari kehidupan keluarga ke kehidupan sekolah.


Terbagi menjadi dua tingkat, yaitu TK A dan TK B. Pembagian ini biasanya hanya didasarkan pada umur, kecuali untuk kasus khusus dimana anak dianggap belum mampu untuk naik kelas walaupun umurnya sudah mencukupi.


Pada taman kanak-kanak, anak mulai dipersiapkan untuk memasuki masa sekolah dasar. Pada masa ini anak diajarkan untuk bermain sambil belajar. Namun tidak sepenuhnya bermain seperti PAUD. Sekolah tk mulai mengajarkan keterampilan-keterampilan yang menunjang anak untuk masuk ke sekolah dasar.




Sasaran belajar umum TK:



• Membuat bahagia kehidupan masa kanak – kanak. Sasaran ini dapat diraih dengan memberikan permainan-permainan yang menyenangkan agar anak tidak kehilangan kebahagiaan masa kecilnya.
• Pengembangan potensi. Mengenali potensi atau bakat anak kecil sangat penting bagi kehidupan si anak itu sendiri. Karena semakin dini potensi diketahui, semakin banyak waktu untuk mengembangkan potensi anak menjadi lebih baik. Dan seterusnya potensinya akan bermanfaat bgai kehidupan mendatang.
• Kelak menjadi manusia dewasa yang bahagia dan berfungsi seutuhnya


Sasaran belajar khusus TK:


• Tumbuh mandiri
• Belajar memberi, berbagi dan menerima kasih sayang
• Mampu bergaul dengan orang lain
• Belajar mengontrol diri
• Belajar peran non seksis
• Memahami badan sendiri
• Latihan motorik halus dan kasar
• Memahami dan mengontrol dunia kebendaan
• Belajar kata baru dan mengontrol orang lain
• Mengembangkan rasa positif terhadap hubungan dengan dunia


SEKOLAH DASAR




Garis pemisah antara awal masa kanak-kanak dan akhir masa kanak-kanak “penting” → anak yang belum mencapai usia wajib belajar dan anak yang sudah masuk sekolah, diperlakukan secara berbeda.
Masa kanak-kanak awal seringkali disebut “masa sulit” → sering terjadi masalah perilaku yang menyulitkan (bandel, keras kepala, tidak menurut, negativistik dan melawan)
Masa awal kanak-kanak sebagai “usia prasekolah” → masa persiapan, tekanan dan harapan yang dikenakan sangat berbeda dengan apa yang dialaminya saat memulai pendidikan formal di kelas satu.


Pada masa usia ini anak mengemban peran baru sebagai pelajar, berinteraksi, dan menjlin hubungan baru, serta mengembangkan standar baru untuk menilai diri sendiri.
Mereka mneingkatkan pengetahuan mereka tentang menulis dan membaca ketika mengejarkan proyek ilmu sosial, mereka belajar konsep matematis melalui musik dan pendidikan dini(katz & chard,1989)


Pada tahap sekolah anak, mereka sudah mulai menerapkan kurikulum secara utuh. Perilaku ini mengakibatkan keteraturan anak untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Pada tahap pendidikan ini anak akan belajar selama 6 tahun dari kelas 1 sampai kelas 6. dari setiap tahap, anak akan diajarkan secara teratur dan bertahap sesuai kurikulum mengenai ketrampilan yang dapat membantu anak untuk naik ke tahap selanjutnya.

SEKOLAH USIA MENENGAH





Pada masa usia ini anak sudah mengalami perkembangan fisik, kognitif, dan sosial yang menandai masa awal remaja. Di sekolah ini anak akan mengalami penigkatan kebutuhan akan sekolah dan semakin banyak serta beragam orang di populasi kehidupan kita.

Selain itu anak juga memiliki tanggung jawab kehidupan yang lebih banyak dari kehidupan sebelumnya. Tanggung jawab ini meliputi tanggung jawab moral, dan lain-lain. Karena pola interaksi pada masa usia ini sudah berbeda dan semakin mendekati kedewasaan , masalah yang timbul juga semakin kompleks. Segala sesuatu yang terjadi pada masa sekolah usia menengah ini akan menjadi sebuah pengalamn yang meningkatkan kematangan serta kesiapan anak untuk masuk kedalam tahp sekolah selanjutnya.
Pada masa usia ini anak mulai memiliki ketertarikan dengan lawan jenis di sekolahnya. Pokoknya, bumbu-bumbu asmara mulai mewarnai remaja pada usia sekolah menengah ini.

SEKOLAH MENENGAH ATAS


Orang bilang masa-masa sma adalah masa-masa paling indah. Bukan tanpa alasan orang-orang mengeluarkan pernyataan semacam ini. Pengalaman yang paling menyenangkan adalah masa sma. Seorang anak mulai mendekati masa dewasa di masa sma. Pengalaman yang seharusnya dialami pada masa dewasa mulai dapat dirasakan pada masa sma.
Semua ada di masa sma, cerita tentang cinta, cerita tentang persahabatan, cerita tentang konflik, semuai terangkai dengan indah di masa sma. Selain itu pada masa ini, seorang anak sudah dapat menyikapi masalah yang mereka alami secara lebih dewasa....
Tak ada ulasan lagi tentang masa sma..




Kamis, 17 Juni 2010



PERKEMBANGAN GENDER DAN PERKEMBANGAN IDENTITAS DIRI

APA SICH PEMAHAMAN DIRI?

Pemahaman diri itu representasi kognitif mengenai diri anak. Isi dari konsep diri anak.
Misalnya jerry seorang anak laki-laki berusia 17 tahun yang memiliki hobi bermain basket, main video games, dan penggemar music rock
PERUBAHAN DALAM PERKEMBANGAN
Pemahaman diri anak tidak secara lengkap diberikan oleh keluarganya atau budayanya. Akan tetapi anak mengkonstruksi dan menemukan sendiri hal tersebut.
MASA BAYI
Bayi belum mampu mengenali dirinya sendiri atau dengan kata lain memahami dirinya sendiri.
MASA KANAK-KANAK AWAL
Enam karakteristik utama pemahaman diri pada anak-anak:
· Kebingungan mengenai diri,pikiran dan tubuh
Bagi mereka pemahaman mengenai diri mereka, pikiran mereka sama seperti mamandang tubuh mereka. Diri dan pikiran memiliki bentuk, ukuran panjang lebar volume dan warna.
· Deskripsi konkret
Anak pra sekolah cenderung berfikir konkret untuk mendeskripsikan diri mereka. Apa yang yang mereka lihat. Itulah diri mereka.
· Deskripsi fisik
Anak kecil biasanya membedakan diri mereka dengan orang lain melalui atribut fisik dan material.
· Deskripsi aktif
Komponen pusat dari diri pada masa kank-kanak awal. Contoh:
Anak-anak mendiskripsikan diri mereka dengan istilah yang berhubungan dengan aktivitas bermain mereka.
· Estimasi berlebih positif yang tidak realistis
Evalusuais diri pada masa kanak-kanak awal seringkali bersift positif yang tidak realistic, dan mewakili overestimasi terhadap atribut personal.
· Ketidak mampuan untuk mengenali lawan atribut yang mungkin ada.
Ketidak mampuan mereka untuk mengenali atribut apa yang melekat pada diri mereka meskipun atribut itu berlawanan. Misalnya seorang anak yang nakal menganggap diri mereka baik
MASA KANAK-KANAK MADYA ATAU AKHIR
Evaluasi diri anak menjadi lebih kompleks.
Karakteristik yang leboh kompleks pada masa usia ini adalah:
· Karakteristik internal
· Deskripsi social
· Perbandingan social
· Realself dan ideal self
· Realistic
MASA REMAJA
Karakteristik bersifat multifacet:
· Abstrak dan idealistic
· Kesadaran diri
· Diri yang berfluktuasi
· Real self dan ideal self
· Integrasi diri
IDENTITAS
Identitas adalah potret diri yang terdiri dari berbagai potongan antara lain:
· Jalur karir yang dipilih
· Apakah seorang konservativ,liberal, dan berdiri di tengah-tengah.
· Kepercayaan spiritual seseorang
· Apakah masih lajang atau sudah menikah
· Sejauh mana seseorang termotivasi untuk berprestasi
· Apakah heteroseksual,homoseksual, atau biseksual
· Dan lain-lain
Teori Erikson
· Identity dan identity confussion yakni tahap kelima dari perkembangan menurut erikson yang dialami pada masa remaja. Pada masa ini remaja mencermasti siapa sich dirinya, bagaimana dirinya dan arah kehidupan dirinya.
PERUBAHAN DALAM MASA PERKEMBANGAN
Terdapat 4 status identitas:
· Identity diffusion, individu yang belum mengalami krisis dan belum membuat komitmen.
· Identity foreclosure, individu yang sudah berkomitmen tapi belum mengalami krisis.
· Identity moratorium, individu yang telah mengalami masa krisis tapi belumberkomitmen.
· Identity achievement, individu yang sudah mngelami krisis dan sudah berkomitmen.
PERKEMBANGAN GENDER
· Gender adalah dimensi psikologis dan sosio cultural yang dimiliki karena seseorang adalah lelaki atau perempuan.
· Identitas gender adalah perasaan menjadi laki-laki atau perempuan yang biasanya dicapai ketika anak berusia 3 tahun.
· Peran gender adalah sebuah ekspektasi yang menggambarkan bagimana seorang pria dan wanita seharusnya berfikir, bertindak, atau merasa.
· Esterogen adalah hormin yang paling penting adalah estradiol yang mempengaruhi perkembanagan fisiik karakteristik seksual perempuan dan juga membantu mengatur siklus menstruasi.
· Androgen adalah hormon yang paling penting adalah testosterone yang membantu perkembangan alat kelamin laki-laki dan karakteristik seksual sekunder.
DETERMINAN SEKSUAL
PEREMPUAN
LAKI-LAKI
1. FUNGSI REPRODUKSI
Kelamin perempuan
Kelamin laki-laki
2. HORMON
perempuan :esterogen
laki-laki :Testosterone
3. KROMOSOM
perempuan: xx
laki-laki : Xy



1. Kodrat laki-laki dan perempuan relative konstan : sifat yang melekat dapat dipertukarkan.
2. Dikotomi pria dan wanita : maskulin dan feminine yaitu standard gender yang tidak ada kaitannya dengan jenis kelamin.

JENIS KELAMIN :
· BENTUK BILOGIS
· DIMILIKI SEJAK LAHIR
· TIDAK DAPAT BERUBAH
GENDER :
· TERBENTUK DARI KONSTRUKSI SOSIAL
· TIDAK DIMILIKI SEJAK LAHIR
· DAPAT BERUBAH
Teori Psikoanalisis
Ketertarikan seksual thd ortu dg jenis kelamin yang berlawanan pada usia 3 – 5 th
Identifikasi thd ortu dg jenis kelamin sama pd usia 5 – 6th
Perilaku gender sama dg ortu berjenis kelamin sama dg anak
Teori Kognitif Sosial
Reward & punishment thd perilaku yg sesuai / tdk sesuai dg gendernya oleh dewasa & teman sebaya ; obsv & imitasi thd model ttg perilaku maskulih & feminin
Perilaku gender

Pengaruh pola asuh
— Di beberapa negara, bayi laki-laki lebih diinginkan daripada bayi perempuan
— Ayah & ibu memiliki peran psikologis sama penting dalam perkembangan gender anak
— Kebanyakan ortu mendorong kegiatan & bentuk permainan yang berbeda terhadap laki-laki & perempuan

Pengaruh teman sebaya
— Bermain dalam “sekolah gender”
— Anak perempuan “tomboy” biasanya bisa mengikuti aktivitas kelompok anak laki-laki tanpa kehilangan statusnya di kelompok anak perempuan, namun anak laki-laki biasanya tidak.
— Tuntunan untuk beridentitas gender sesuai jenis kelamin semakin meningkat pada usia remaja

Gender dalam sekolah
— Banyak yang tidak menyadari bias gender di sekolah
Beberapa hal yang diperhitungkan dalam bias gender di sekolah :
— Kepatuhan, mengikuti aturan, rapi & teratur
— Mayoritas guru SD adalah perempuan
— Anak laki-laki lebih mungkin mengalami kesulitan belajar & perilaku bermasalah daripada anak perempuan
— Anak laki-laki lebih mungkin mendapatkan nilai renah & tidak naik kelas
— Pendidikan pada gender sejenis???
Pola pendidikan pada gender sejenis memiliki sisi negative ataupun positif. Kelebihan dari pendidikan tipe ini adalah anak lebih mudah menyatukan pola pikir kelas karena mereka memiliki jenis kelamin yang sama.
Tapi pernah terjadi dalam sebuah sekolah wanita. Seorang perempuan salah satu siswanya menyukai temannya sesama wanita atau perilaku homoseksua. Dampak negative juga bukan??????



CHILDREN AND FRIENDSHIP

Tahap perkembangan hubungan sebaya pada masa kanak-kanak
• Usia 3 – 12 tahun à anak lebih suka menghabiskan waktu dengan teman bermain sejenis kelamin
• Masuk SD à anak bermain, berkelompok & membina persahabatan
• Gender mempengaruhi komposisi, ukuran dan interaksi di dalamnya à anak perempuan berkelompok 2 – 3 orang banyak terlibat percakapan kolaboratif, anak laki-laki berkelompok lebih banyak bermain permainan kasar, kompetitif, mengambil resiko
Hubungan orangtua-anak dengan teman sebaya
• Orangtua mempengaruhi hubungan sebaya :
• Melatih anak cara bersosialisasi
• Mengatur kehidupan anak & kesempatan berinteraksi
• Keputusan gaya hidup dasar orangtua

PEER STATUS : status yang diberikan pada berbagai tipe anak dalam sebuah peer.
● Popular children yakni status yang diberikan kepada seorang anak dalam peer yang dianggap istimewa serta dikenal oleh semua orang. Anak tipe ini sangat mudah diterima oleh teman sebayanya.
Contoh :
Edward dalam film twiligt
● Neglected children adalah status yang diberikan pada anak yang kurang diperhatikan dalam lingkungan peernya. Anak dalam tipe ini biasanya pendiam dan kurang dapat bergaul dengan lingkungan peernya. Sehingga teman dalam peernya tidak peduli dengan segala sesuatu yang dilakukan oleh anak tipe ini karena dianggap tidak menarik. anak tipe ini muda diterima tidak tapi mudah ditolak oleh peer juga tidak
Contoh :
Suatu hari saya bertemu dengan teman sekelas saya ketika smp. Dia menyapa saya dan menyatakan bahwa dia adalah teman sekelas saya. Namun, saya merasa tidak memiliki teman saperti dia. Dan ketika saya buka buku tahunan smp saya ternyata dia memang teman sekelas saya.
● Rejected children adalah status yang dibeikan pada anak yang tidak dsukai oleh anggota peernya. Beberapa alasan yang mungkin terjdi adalah adanya bagian dari anak ini yang dianggap tidak cocok dengan identitas peernya. Mungkin anaknya terlalu nakal, terlalu culun, atau memiliki kekurangan fidik dan psikis lainnya.
Contoh :
Saya memiliki seorang teman yang berasal dari Makassar. Anak ini memiliki tipe orang yang asal bicara ceplas ceplos tanpa memikirkan hal tresebut terlalu kasar atau menyakitkan orang lain. Perilaku ini yang menyebabkan sebagia teman saya suka memarahi bahkan mengejek anak ini. Anak ini adalah anak tipe rejected peers.
● Controversial children yakni status yang diberikan anak yang seringkali melakukan hal-hal menakjubkan atau menggemparkan di lingkungan peernya. Anak tipe ini banyak dibicarakan dan dikenal oleh teman-temannya. Berbeda dengan popular children, anak tipe ini tidak serta merta disukai semua orang. Beberapa anak mungkin dapat menerima anak ini. Namun, ada juga anak yang tidak suka dengan anak tipe ini.
FUNGSI PERTEMANAN
6 fungsi pertemanan :
● Companionship (spend time & collaborative activities)
Teman dijadikan tempat untuk berbagi dan menghabiskan waktu bersama. Fungsi ini biasanya dpat dilakukan karena adanya kesamaan hobi atau kesamaan lainnya.
● Stimulation (interesting information)
Teman dijadikan tempat untuk mendapatkan informasi karena informasi yang diberikan dianggap penting. Misal :
Ketika seorang anak ingin terlihat hebat ketika berhasil mendapatkan nilai bagus dalam ujian. Dan kemudian dia berteman dengan seorang anak yang sangat pintar di kelasnya. Tujuannya agar dia bisa belajar dari anak ini agar bisa mendapatkan nilai yang bagus.
● Physical support
Fungsi dimana seorang berteman dengan temannya karena temannya mampu memberikan dukungan fisik kepadanya. Dukungan fisik ini dapat berupa apapun seprti uang, tenaga dan lain-lain.
Missal : si A berteman dengan si B karena si B suka mentraktir si A
● Ego support (encourage, feedback)
Seorang berteman dengan seorang lain karena temannya mampu memebrikan dukungan yang baik melalui kata-katanya dan lain-lain. Misalnya :
Ketika si A curhat tentang pacarnya yang selingkuh di belakangnya kepada si B. kemudian si B mampu memberikan solusi yang tepat bagi masalahnya serta mampu membukakan mata hatinya dan pikirannya. Maka si A akan senang berteman dengan si B ini karena si B mampu memberikan dukungan yang tepat bagi dirinya ketika si A gundah.
● Social comparison (is it ok?)
● Intimacy & affection (warm & close relationship)
Adalah sebuah hubungan pertemanan yang sangat dekat. Hingga seorang teman menunjukkan real selfnya kepada teman terdekatnya ini. fungsi dari pertemanan ini adalah seorang teman akan merasa hangat dan nyaman ketika berada di dekat teman dekatnya ini.
Bullying
• Bullying à perilaku verbal & fisik yang dimaksudkan untuk mengganggu seseorang yang lebih lemah
• Yang paling sering terjadi à diejek tentang tampang atau cara bicara
• Yang menjadi korban bullying à anak cemas, menarik diri dan agresif
FENOMENA PERTEMANAN
Fenomena pertemanan yang terjadi di masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai media. Media ini dapat dilakukan secara langsung atau melalui media seperti internet.
Dan di jaman sekarang ini fenomena pertemanan ini perlu mendapatkan sebuah pengamatan yang khusus. Banyak sekali terjadi kasus salah pergaulan mengakibatkan banyak remaja terjebak dalam pergaulan bebas, narkoba, atau hal-hal mengerikan lainnya. Sehingga orang tua diharpakan mampu memberikan pengawasan yang terbaik agar anak tidak berada di sebuah pertemanan yang buruk.
Namun ternyata ada fenomena pertemanan lainnya yang memiliki dampak yang positif seperti sekelompok pertemanan yang mampu menjuarai berbagai bidang sains yang dilakukan oleh masyarakat. Sehingga setiap pertemanan dengan karakteristik yang berbeda mampu memberikan dampak yang berbeda pula.
JEJARING SOSIAL?
Jaman sekarang seperti face book atau dulu Friendster sedang menjamur di masyarakat. Dari tua hingga muda berlomba-lomba memiliki account jejaring social ini. mereka memiliki tujuan dan harapan masing-masing dengan bergabungnya dalam jejaring social ini.
Pertama-tama kita perlu melihat apa sih kelebihan sebuah jejaring social?
Beberapa orang bilang, wah kita bisa punya banyak temen, wah aku bisa cari gebetan lewat face book, aku mau cari temen masa kecil aku. Jika dilihat-lihat efek positif jejaring social itu banyak sekali ya. Mungkin ini sebabnya banyak orang membuka account di jejaring social ini.
Selanjutnya … memang ada kerugiannya?
Banyak sekali pihak-pihak tidak bertanggung jawab menjadikan jejaring social sebagai media untuk memperjual belikan wanita tuna susila. Selain itu jejaring social juga dijadikan sebagai media penipuan. Banyak kasus terjadi ,anak-anak belia kabur dari rumah dengan teman yang dikenalnya melalui face book. Ironis sekali bukan.
Sekarang tinggal bagaimana peran serta masyarakat dalam menyikapi hal ini. masyarakat mungkin bisa menuntut pemerintah untuk meblokir jejaring social di Indonesia. Namun sepertinya dirasa kurang adil. Karena banyak juga masyarakat yang mampu menggunakan jejaring social dengan baik dan bermanfaat bagi mereka dari berbagai hal. Sekarang yang diperlukan bagi siapapun terutama orang tua dari anak yang senang menggunakan jejaring social adalah mengajarkan anaknya untuk menanggapai dan mengunakan situs jejaring social dengan baik…….
Sekiann…
: 320px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5

PERKEMBANGAN EMOSI PADA ANAK

APA SICH EMOSI?
· Emosi itu perasaan yang timbul ketika seseorang sedang berada dalam suatu keadaan atau suatu interaksi yang dianggap penting olehnya
· Emosi diwakili oleh perilaku yang mewakili (mengekspresikan) kenyamanan atau ketidaknyamanan dari keadaan atau interaksi yang sedang dialami.

EMOSI ITU DIPENGARUHI OLEH APA?


· Pengalaman masa lalu
Seseorang mengatur emosinya berdasarkan apa yang telah dia pelajari di masa lalunya. Bagaimana orang disekitarnya mengatur emosinya atau berbagai kejadian yang mempengaruhi kondisi emosinya.
Missal: seorang anak laki-laki yang tinggal dalam sebuah keluarga tentara yang keras. Selama hidupnya selalu dididik dengan keras dan disiplin oleh orang tuanya. Anak tersebut akan menjadi keras pula karena dia belajar dari apa yang dilakukan orang tuanya.


· Factor biologis
Berdasarkan penelitian seorang ahli Charles Darwin menyatakan bahwa setiap manusia dari berbagai daerah berbeda dan berbagai jenis hewan memiliki mimic yang berbeda saat mengekspresikan emosinya. Anjing dan kucing memiliki ekspresi yang berbeda saat amarah. Orang batak dan orang jawa memiliki mimic yang berbeda saat marah, dan seterusnya.

PANDANGAN FUNGSIONALIS TERHADAP EMOSI


Menurut mereka, emosi berfokus terhadap apa yang terjadi terhadap individu. Menurut ahli perkembangan masa kini, emosi sebagai bentuk usaha adaptasi manusia terhadap sebuah harapan dalam suatu konteks tertentu.(Campos,1994,2001:saarni,dkk,2006; thompon,2006)
EMOSI - LOKASI EMOSI - KONDISI LINGKUNGAN

EMOSI ITU BISA DIBAGI MENJADI…….

• Emosi à spesifik vs tidak spesifik
Emosi spesifik ini seperti emosi rasa takut, rasa senang, rasa marah.
• Emosi à intensitas (lemah, kuat)
Kalau untuk emosi ini dikelompokkan berdasarkan seberapa sering perilaku emosi muncul. Misalnya ketika seorang putus cinta, bisa diukur seberapa sering seseorang menangis meratapi nasibnya yang sedang putus cinta.
• Emosi à klasifikasi (positif, negatif)
Dan jenis emosi yang terakhir ini dikelompokkan berdasarkan efek apa yang muncul dari adanya emosi yang timbul.

Klasifikasi ini dapat dicontohkan seperti ketika seseorang yang memilki masa lalu yang suram di masa kecilnya dapat menjadi seorang yang berbeda di masa depannya.
Seorang anak laki-laki sebut saja namanya jack memiliki masa lalu yang suram yakni orang tua yang selalu bertengkar hingga bercerai, kemudian mengalami pelecehan seksual. Dan ketika besar dia menunjukkan emosinya ke arah negative yakni menjadi seorang pembunuh berdarah dingin.
Kemudian ada sebuah cerita tentang seorang anak perempuan bernama paula. Dimasa kecil hidupnya sangat menderita karena orang tuanya hanyalah seorang petani miskin. Selain itu dia harus rela kehilangan mata kirinya karena kesalahan kakaknya memainkan pistol hingga melukainya. Dan dia melupakan emosinya dengan cara yang positif yakni menjadi seorang penulis terkenal.

EVERYTHING ABOUT EMOSI PADA ANAK........
• Emosi dipengaruhi oleh biologis, namun biologis hanya sebagai bagian dari emosi
Semua orang sudah sering membuktikan hal ini. Karena memang kondisi kesehatan yang baik akan membuat tubuh lebih dapat berfikir logis sehingga kemampuan mengontrol emosi dapat berjalan dengan baik. Begitu pula sebaliknya.
THE STORY:
Sebut saja seorang mahasiswi bernama rani yang sedang berkuliah di universitas Brawijaya. Ketika suatu hari dia mengalami sakit kepala yang lumayan. Dan enggak kelar-kelar. Si rani tiba-tiba marah dan ini membuat temannya syok. Sebenarnya rani marah bukan karena temannya mengeluh soal tugas psikologi anak yang gak slesai-slesai tapi lebih karena dengan kondisi kepala yang pusing, dia merasa terganggu jika ada orang berbicara di dekatnya dan membuat dia berfikir tentang sesuatu.
• Untuk memahami kapan, dimana & bagaimana emosi diekspresikan, harus memahami budaya yang berlaku
Maksud dari statemen ini adalah seseorang harus menyesuaikan cara untuk meluapkan emosinya sesuai dengan kondisi kebudayaan yang ada. Hal ini bertujuan untuk meminimalisisr terjadinya kesalah pahaman di masyarakat.
Misalnya orang batak versus orang jawa tengah. Orang batak memiliki logat yang keras dan cenderung kasar. Dan kenudian dia pergi ke salah satu daerah di jawa tengah seperti banyu mas yang memilki kebudayaan denga logat yang sangat halus.
Dana kemudian ketika mereka

BIOLOGI MEMBUAT MANUSIA MENJADI MAKHLUK EMOSIONAL, TETAPI PERKEMBANGAN EMOSI DIPENGARUHI OLEH KETERIKATAN TERHADAP BUDAYA &

HUBUNGAN DENGAN ORANG LAIN

Konsep perkembangan emosi :


• Pengaturan emosi (emotional regulation) pada masa anak anak menurut (eisenberg,1988,2001)


a. Berasal dari sumber daya eksternal ke internal. Seorang bayi mengatur emosinya masih dipengaruhi oelh orang tuanya mereka tidak mampu mengatur sendiri karena dia belum mampu berpikir secara mandiri menagtur emosinya.
b. Strategi kognitif yakni strategi yang dilakukan untuk mengatur emosi. Misalnya:
Selalu berfikir positif terhadap situasi buruk yang menimpanya seprti meyakini bahwa selalu ada hikmah dibalik musibah. Menghindari situasi yang membuat marah atau mengganngu emosi.
c. Rangsangan emosi yakni semkin dewasa orang akan semakin mampu mengontrol emosinya.
d. Memilih dan mengatur konteks hubungan yakni dengan bertambahnya usia anak akan memilih suatu hubungan social dan menghindari situasi yang menimbulkan emosi negative.
e. Coping terhadap stress yakni semakin besar anak akan berusaha mengembangkan kemampuan strategi coping stress dengan lebih baik.

• Kompetensi emosi (emotional competence) yakni untuk mencapai sebuah kompetensi emosional, seseorang harus mengembangkan beberapa keterampilan yang berhubungan dengan konteks social. Keterampilan ini antara lain:
a. Memahami emosi yang dialami
b. Mendeteksi emosi orang lain
c. Menggunakan kata untuk menungkapkan emosi tertentu seseuai dengan kebudayaan yang berlaku.
d. Empatik dan simpatik terhadap pengalamam emosional orang lain.
e. Emosi tidak harus ditampakkan di luar seperti mimic wajah dll
f. Menyadari Ekspresi emosi penting dalam hubungan interpersonal.
g. Memandang emosi diri adalah cara seseorang mengatur emosinya.

Beberapa trend pengaturan emosi
• Berasal dari sumber daya eksternal ke internal (orangtua à mandiri)
• Strategi kognitif (berpikir positif tentang situasi, pengalihan atensi)
• Rangsangan emosi (emotional arousal)
• Memilih & mengatus konteks hubungan
• Coping terhadap stress
• Peran orangtua dalam mengatur emosi
• Emotion coaching (memonitor, melatih, scaffolding)
• Emotion dismissing (menolak, mengabaikan, mengubah)

2 KLASIFIKASI EMOSI:
Emosi primer seperti terkejut, senang, marah,sedih, dll.
Emosi yang disadari yakni mebutuhkan proes pemikiran terutama kesadaran diri.



MASA BAYI
• Mekanisme ekspresi emosi
• Emosi primer
Usia muncul emosi
Ø 3 bulan -> senang,sedih,jijik
Ø 2-6 bln -> marah
Ø 6 bln pertama -> terkejut
Ø 6-8 bln -> takut mencapai puncaknya pada usia 18 bulan
• Emosi yang disadari
Ø 1,5-2 th -> empati,cemburu,bingung
Ø 2,5 th -> bangga, malu, rasa bersalah

: 320px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5

MASA KANAK-KANAK AWAL
Rentang usia deskripsi
Ø 2-4 th peningkatan kosa kata emosi,mengenali
emosi orang lain,mengetahui penyebab dan konsekuensi dari emosi
Ø 5-10 th tingkat kesadaran lebih tinggi untuk
Mengatur emosi, memahami bahwa kejadian
Yang sama akan menimbulkan bentuk emosi yang berbeda bagi setiap orang yang berbeda, peningkatan kemampuan verbal untuk mengungkapkan emosi.

Selasa, 15 Juni 2010

Format Laporan Observasi


1 Tujuan Observasi
2 Target yang diobservasi
3 Kajian Teori dan definisi operasional

4 Cara pelaksanaan Observasi
5 Menggunakan metode apa dalam observasi dan pencatatannya (interval, rr atau event atau yang mana.. jelaskan dengan alasannya)
6 Jelaskan pula berapa lama proses amatan berlangsung
7 Dan jika menggunakan interview, anda jelaskan menggunakan interview terstruktur atau apa?

8 Hasil Observasi
9 Jelaskan hasil pencatatan dan amatan yang dilakukan baik dalam bentuk tabel (kalau ada) dan jelaskan lagi dalam bentuk narasi
10 Jelaskan pula jika ada hasil yang cukup menarik untuk dilaporkan selama proses amatan berlangsung

11 Kesimpulan
12 Kolaborasikan dengan kajian teori yang ada


13 Lampiran

14 Berisi dokumentasi hasil observasi , (bisa disertakan dalam bentuk cd)
15 Daftar pustaka (kajian diambil dari mana)


Laporan di ketik 1,5 spasi, font size 12, diprint di kertas A.4 80 gram